Tedong adalah salah 1 binatang paling berarti bagi masyarakat Toraja. Harga nya bisa mencapai ratusan juta rupiah.
Dalam kehidupan orang Toraja jaman dulu, keberadaan kerbau adalah simbol kemakmuran. Begitu pula dengan kepemilikan babi dan sawah. Ketiga hal ini menjadi komponen penting dalam kehidupan masyarakat Toraja.
Dalam upacara adat, kerbau hanya digukanan pada saat funeral atau upacara penguburan. Biasanya akan dikorbankan sejumlah kerbau menurut kemampuan keluarga dan kedudukan yg meninggal tersebut.
ukiran toraja bermotif kerbau, menandakan perhatian orang Toraja pada kerbau sangat besar :
Gambar dibawah ini adalah prose menyembelih tedong atau kerbau pada saat upacara. Proses ini disebut ma’tinggoro tedong. Dengan hanya sebilah parang, seorang jagal harus berhasil membunuh kerbau dengan sekali tebasan tanpa mengikat si kerbau.
Karena kerbau sangat dihargai, maka dalam ukiran didinding rice barn ini menjadi tanda bahwa si pemilik barn mempunyai kerbau.
bermain bersama tedong :
Anak gembala kerbau atau tomanglaa adalah profesi sambilan anak-anak di desa-desa daerah Toraja. Mereka menghabiskan waktu sehabis sekolah untuk menggembalakan kerbau mereka.






28 June, 2010 at 8:18 am
Ya benar, karena kerbau merupakan patokan kekayaan (tedong garontok eanan Toraya) orang Toraja, ……. Tedong apa dulu ? Tedong sambao’ ….
frs
1 February, 2011 at 9:29 am
tolong artikan dari kalimat ini ‘kipadolo lamban siman dokoka’ sulengka rara mi