Pong Maramba


Ada beberapa hal yang cukup menarik tentang tokoh ini.

1. Dia adalah orang yang sangat berpengaruh di Rantepao pada jaman pendudukan Belanda di Toraja.

2. Dia adalah seorang pemangku adat. Sangat menjunjung tinggi adat Toraja pada zamannya.

3. Dia cukup kaya pada jamannya. Dari video pemakamannya yang semapt didokumentasikan oleh Belanda, tampak bahwa pemakaman Pong Maramaba adalah yang termeriah yang pernah dilakukan di Rantepao.

4. Dia sempat berjumpa dengan van de Loostrecht, seorang misionaris Zending GZB, yang menjadi cikal bakal berdirinya Gereja Toraja.

Sebagian kalangan menilai bahwa Pong Maramba ini adalah pejuang bagi orang Toraja, karena beliau aktif menentang penjajah.

Video Pemakaman Pong Maramba – yang sempat diliput oleh Pemerintah Kolonial Belanda waktu itu. Sekitar tahun 1920.

Dalam video ini tertulis :

… de hoogvlakte van Rantepao met zijn uitgestrekte rijstvelden en schitterende bergomraming is het tooneel van het feest.

Pong Maramba banyak ditulis dalam surat surat yang dikirim oleh van de Loosdrecht ke Netherlands. Dimana dia menyebutkan bahwa orang ini sangat sulit untuk dipengaruhi. Dan sudah hampir masuk Islam karena banyak berteman dengan para pedagang dari Bugis Sidenreng.

72 Responses to “Pong Maramba”

  1. frans bararuallo Says:

    * Selain itu, dia adalah saudara kandung Kolonial Belanda, pada jamannya, bukan ??????

    • angin-angin Says:

      tabe’ kita sola nasang
      Stop
      Jangan berkometar banayak sebelum membaca tulisan ini dan
      Jangan berkomentar banyak sebelum mengetahui tentang pong maramba,
      dulu pong maramba yang memperhankan tanah toraja dari bugis, saat orang toraja sudah terdesak sampai di alang-alang, jumlah korban di pihak toraja saat itu sudah mencapai dalam hitungan 7 katti (bakul) butir biji jagun, 1 buji jagung sama dengan 1 buji nyawah orang, dari Endrekang sampai di alang- alang,kata pong maramba sebelum menyabut pasukan bone itu adalah katimo, atinya mari kita lakuakan pertempuran itu, pertepuran, saat itu pong maramba memburuh pasukan bone sama seperti memburu hewan, jadi pada saat itu pasukan pm memang perlu di perhitungkan oleh musunya peristiwa itu dinmakan peristiwa pertama base situka atau kelajuatan peristiwa dari to’ pada tindo.atau peristiwa ke 2 to pada tindo, yang kemudian peristiwa gurillak, dan andisose’
      kekuatan pong maramba pada saat itu adalah kekuatan terkuat bahkan pong tiku pun mengakuainya, bahwa kekuatan pasukan pong maraba yang terbaik pada saat itu, pong maramba dan pong tiku saat itu berjuang bersama sama melawan belanda, tetapi karna banyaknya musuh dalam selimut pada saat itu sehingga ia tidak mengehaui siapa yang lawan siapa teman, hingga dia ditangkap dan dibuang diambon.
      tetapi di balik semua itu kita tidak mengetahui bahwa belanda memang pintar karena mengirimkan anteknya pasukan bone untuk berperang menaklukan belanda, tapi kalah telak dengan pasukan pong maramba.disini belanda mengetahui bahwa ada kekuatan besar diutara yang perlu perhitungkan yang tidak bisa dikalahkan dengan jalan perang yang semata-mata mengandalakan kekuatan fisik walaupun belanda memepunyai persenjatan yang canggih tetapi merka tidak menggehaui kondisi medan yang sangat asing buat mereka, sehingga menempuh jalan aduh domba,
      lagi-lagi belanda yang cerdik dengan jalan menyebarkan injil maka dengan mudah belanda masuk dan mengetahi lokasi dan kekuatan Pong maramba sehingga dengan ajaran kristen yang tri tunggal sama denga dokma aluk todolo yang menyatkan puang ti tanan tallu dao tanggana lanngi yang sama persis dengan ajaran aluk todolo, dan masih ada satu syair dari aluk todolo yang dalam terjemaan bahasa indonesia mengatakan akan datang satu ajaran untuk mengati ajaran yang lama (aluk todolo) sehingga dengan mudah belanda dapat menaklukan toraja karan ajaran dan makanan mereka yang tidak bertentangan,
      tetapi masih ada satu hal yang menganjal buat belanda pada saat itu yaitu karana dia sudah mengobarkan perang dengan pasukan terkuat toraja, maka belanda harus melenyapkan pong maraba dengan jalan yang akal bulus, belanda meyebarakan fitna dimana-mana dan mencari orang yang kontra dengan dia. dan akhrnya ditannggap dan dibuang di amabon
      tetapi kita tidak perlu kecil hati karana masih ada pong tiku yang sebagai generasi muda pada saat itu mengabil alih perlawanan terhdap belada.

      Maaf yang yang kontra dengan PM, saya mau tanya sekrang dengan kalian apa kalian berada di pihak mana sekarang setelah mengehaui sedikit tetang PM, dan yang mendapat cerita dari nene mereka tetang keburukan Pong maranba, atau saya mau balik tanya tetang keburukan nenek kalian yang mau la disanga’ itu, bisa menundukan Pong maranba, dengan menyebar fitna dimana2 dan bekerja sama dengan belada.
      karna bentuk fitna dari orang pribumi sendiri lah yang menjadi kekuatan terbersar buat belada sehingga dengan mudah memecahkan kekuatan orang toraja pada saat itu.

      dan maaf buat pemerintah karena penghargaan perjuangan PM sampai sekarang beliau belum di nobatan sebagai pejuang melawan belanda. padahal dia ditawan dan mati di ambon oleh belanda.

      maaf saya disisini bukan salah satu dari keturunan Pong maramba dan tidak mau mengabil keuntungan pribadi tentang beliau tetapi mengetahui sedikit tetang beliau, dan mau meluruskan tentan sejarah toraja yang sebenarnya yang dan tidak akan mengaburkan sejarah toraja

      sumber
      Tangmentue, Angin-angin (Tikuna Malenong)

      • Bato' Sa'dan Lewangan Says:

        Sy rasa anda emg bnar mungkin termasuk salah satu pembela tator ttapi bukan cuman pong maramba’ yg mmpertahankan tator, ada bbrapa orang yg terkait dgn pembela tator n anda tdk menyebutnya, spt nek matandung, pong sitemme’, puang ponglabba, puang duma’bulo.. & jika anda tdk ada bukan darah dr pong maramba’ buat apa anda mmbesarkan nmaNYA n menyebutnya pasukan terkuat dr toraja.. Jika anda berada pada saat itu d TKP, ok lah umbai tongan nasang tu mipokadanna tp anda mgkin blum ada pada saat itu, anda cuman mndengarnya dari bibir k bibir, jadi anda tdk sepatutnya sgt mmbenarkan perkataan anda, org jg bisa mmbenarkan perkataannya n menyalahkan perkataan anda.
        By
        Bato’ Sa’dan Lewangan

      • Randa Says:

        Koreksi: pertempuran dengan Bone yang melahirkan legenda pitu palo2 itu bukan zaman Pong Maramba’. Jauh sebelum itu.
        Tidak ada pertempuran hebat dengan Bugis (Bone) pada zaman PM. Yang ada perbutan pengaruh di antara orang-orang Toraja karena bisnis kopi, dan PM adalah kekuatan di Rantepao dan sekitarnya.

    • angin-angin Says:

      Maaf om frans
      orang kanuruan, orang kanuruan kan kalah batasanya kan alang-alang/londa, yang artinya nene’ sampaean kan lari pada saat itu, aritnyakan sirik tidak mau menerima kondisi yang ada yang menyebarkan fitna2 tentang keburukan PM

    • angin-angin Says:

      maaf om frans
      Om kan orang kanuruan yang artinya nene nya kalah pada saat itu dimana batas dari pasukan bone saat itu sudah masuk di alang-alang depan londa, artinya nene nya kala atau lari terbiri2 oleh bone, sehinnga nene sampean memberikan fitna2 ke pm yang kala pamor saat itu kaaan jangan bohong

  2. marlisye Says:

    Pong Maramba membuat benteng di Buntupune untuk melawan Belanda dan dibuang oleh Belanda ke Ambon karena perlawanannya itu. Pong Maramba meninggal di Ambon kemudian jasadnya di bawa oleh kapal perang Belanda ke Luwu untuk kemudian dibawa ke Rantepao dan di makamkan . Apa mau ya Belanda menjadikan seseorang saudara kandungnya karena dia tidak kooperatif ????

    • Andi Irvan Makkullau Says:

      Perhatikan baik-baik buku memory Ida van de Loostrecht. Pong Maramba dihukum karena kasus pembunuhan. Biasa, sebelum Belanda datang yg berlaku hukum rimba, yang kuat yang menang. Kebiasaan itu masih sering kambuh pada saat Belanda sudah mulai berkuasa. Maklum, eyang buyut kita ini memang sangat dominan pada jamannya, apalagi dia punya pasukan bersenjata, dan saat mau ditangkap untuk dibawa diadili di Palopo, dia masih sempat menggelar pasukan sekitar 50 org, walau tidak berkutik terhadap tentara Belanda di Rantepao. Menurut catatan Van Rjjn yang mengunjungi Toraja pada th 1898 (8 th seb Belanda berkuasa di Toraja), Pong Maramba sangat dominan di Toraja saat itu, hanya Pong Tiku yang bisa bisa menandingi pasukan bersenjatanya.

      Beberapa rampasan Pong Maramba yang tercatat:
      1. Semua sawah orang Salu yang besar-besar dirampas, kemudian sebagian rakyatnya dijual dan dibarter dg senjata. Ini sangat biasa bagi orang kuat saat itu. Dalam buku Bigalke diperlihatkan budak yang akan dijual dirante di leher. Harga: 6-10 gulden perak/org.
      2.Tanditulak, sawah terluas seb barat Rantepao, (hanya dibatasi Sungai Sa’dan): Awalnya kebun dan kampung orang Ba’lele, diambil paksa dijadikan sawah.
      3.Bbrpa sawah di Pangrante.
      4.dll
      catatan moral:
      Berulang kali Pong Maramba minta Van de Losotrect untuk memberikan istrinya (Ida) dikawini dengan sejumlah imbalan, tetapi ditolak oleh van de Lostrecht.
      (baca buku memoar Ida van de Loostrecht)

      • subdyawanto Says:

        gmn carax untuk nonton video pongmaramba? thanks before

      • Orang Rantepao Says:

        Setuju..saya org ba’lele dan tongkonan saya awalnya berada di tanah yang dianggap milik pongmaramba’ tandi tulak..org ba’lele semua tau sejarah bgmn sawah tsb jd milik pongmaraba’..

      • angin-angin Says:

        Maaf to rantepao tau tidak diman itu rantepao sehingga kamu menggunakan to tante pao, (rante pao adalah nama t4 rumah dari pongmaramba yang kirni mejadi kota rantepao yang dulu namanya pasa’ kalambe

      • angin-angin Says:

        fitna2 ini lah yang menjadi bukti dari kebodohan orang toraja yang mau diaduh domba, yang jelas yang pintar belanda, bermain dibalik layar, pertama mengukur kekuatan orang toraja dengan menyuruh orang kerajaan bone menyerang kurang lebih akhir abad 19, tetapi pasukan bone kalah dari Pong Maramba, tetapi beland tdak habis akal dengan pendekatan yang lebut mereka akan berhasil salah satunya menyebarkan injil untuk mengetahui kekuatan dari PM khusunya dan orang toraja pada umumya. belanda pun bisa mencari teman supaya bisa meperdaya orang toraja dengan menyebarkan fitna kepada PM, dan akhirnya berhasil menagkapnya

      • P. Tangmentue,Angin-angin,Tikuna Malenong Says:

        tabe’ kita sola nasang
        Stop
        Jangan berkometar banayak sebelum membaca tulisan ini dan
        Jangan berkomentar banyak sebelum mengetahui tentang pong maramba,
        dulu pong maramba yang memperhankan tanah toraja dari bugis, saat orang toraja sudah terdesak sampai di alang-alang, jumlah korban di pihak toraja saat itu sudah mencapai dalam hitungan 7 katti (bakul) butir biji jagun, 1 buji jagung sama dengan 1 buji nyawah orang, dari Endrekang sampai di alang- alang,kata pong maramba sebelum menyabut pasukan bone itu adalah katimo, atinya mari kita lakuakan pertempuran itu, pertepuran, saat itu pong maramba memburuh pasukan bone sama seperti memburu hewan, jadi pada saat itu pasukan pm memang perlu di perhitungkan oleh musunya peristiwa itu dinmakan peristiwa pertama base situka atau kelajuatan peristiwa dari to’ pada tindo.atau peristiwa ke 2 to pada tindo, yang kemudian peristiwa gurillak, dan andisose’
        kekuatan pong maramba pada saat itu adalah kekuatan terkuat bahkan pong tiku pun mengakuainya, bahwa kekuatan pasukan pong maraba yang terbaik pada saat itu, pong maramba dan pong tiku saat itu berjuang bersama sama melawan belanda, tetapi karna banyaknya musuh dalam selimut pada saat itu sehingga ia tidak mengehaui siapa yang lawan siapa teman, hingga dia ditangkap dan dibuang diambon.
        tetapi di balik semua itu kita tidak mengetahui bahwa belanda memang pintar karena mengirimkan anteknya pasukan bone untuk berperang menaklukan belanda, tapi kalah telak dengan pasukan pong maramba.disini belanda mengetahui bahwa ada kekuatan besar diutara yang perlu perhitungkan yang tidak bisa dikalahkan dengan jalan perang yang semata-mata mengandalakan kekuatan fisik walaupun belanda memepunyai persenjatan yang canggih tetapi merka tidak menggehaui kondisi medan yang sangat asing buat mereka, sehingga menempuh jalan aduh domba,
        lagi-lagi belanda yang cerdik dengan jalan menyebarkan injil maka dengan mudah belanda masuk dan mengetahi lokasi dan kekuatan Pong maramba sehingga dengan ajaran kristen yang tri tunggal sama denga dokma aluk todolo yang menyatkan puang ti tanan tallu dao tanggana lanngi yang sama persis dengan ajaran aluk todolo, dan masih ada satu syair dari aluk todolo yang dalam terjemaan bahasa indonesia mengatakan akan datang satu ajaran untuk mengati ajaran yang lama (aluk todolo) sehingga dengan mudah belanda dapat menaklukan toraja karan ajaran dan makanan mereka yang tidak bertentangan,
        tetapi masih ada satu hal yang menganjal buat belanda pada saat itu yaitu karana dia sudah mengobarkan perang dengan pasukan terkuat toraja, maka belanda harus melenyapkan pong maraba dengan jalan yang akal bulus, belanda meyebarakan fitna dimana-mana dan mencari orang yang kontra dengan dia. dan akhrnya ditannggap dan dibuang di amabon
        tetapi kita tidak perlu kecil hati karana masih ada pong tiku yang sebagai generasi muda pada saat itu mengabil alih perlawanan terhdap belada.

        Maaf yang yang kontra dengan PM, saya mau tanya sekrang dengan kalian apa kalian berada di pihak mana sekarang setelah mengehaui sedikit tetang PM, dan yang mendapat cerita dari nene mereka tetang keburukan Pong maranba, atau saya mau balik tanya tetang keburukan nenek kalian yang mau la disanga’ itu, bisa menundukan Pong maranba, dengan menyebar fitna dimana2 dan bekerja sama dengan belada.
        karna bentuk fitna dari orang pribumi sendiri lah yang menjadi kekuatan terbersar buat belada sehingga dengan mudah memecahkan kekuatan orang toraja pada saat itu.

        saya kecewa kepadat pemerintah karena penghargaan perjuangan PM sampai sekarang beliau belum di nobatan sebagai pejuang melawan belanda. padahal dia melawan belanda ditawan dan mati di ambon oleh belanda.

        saya disisini bukan salah satu dari keturunan Pong maramba dan tidak mau mengabil keuntungan pribadi tentang beliau tetapi mengetahui sedikit tetang beliau, dan mau meluruskan tentan sejarah toraja yang sebenarnya yang dan tidak akan mengaburkan sejarah toraja

        sumber
        P.Tangmentue, Angin-angin (Tikuna Malenong)

      • cimi Says:

        itu fitnah,kalian tidak berterima kasih Pm telah berjuang untuk melawan sekutu belanda,maalahan di fitnah matimatian

  3. Alto Says:

    Terlepas dari kekurangan Pong Maramba’, beliau adalah tokoh yg disegani pada zamannya. Oleh karena itu Belanda merekayasa seolah-olah Pong Maramba’ dituduh sbg pembunuh dan perampas harta orang. Dengan rekayasa seperti itu beliau diasingkan, semula ke Batavia (Jakarta) kemudian ke Ambon.

    • So' Tappi' Says:

      Pong Maramba’ org yang sangat kotroversial menurut org2 tua … bahkan hingga kini masih menjadi musuh byk orang … dgn pasukannya yg bersenjata, ia dgn semena-mena merampas hak orang lain, istri org, bahkan memperjual belikan sesamanya manusia atau dibarter dgn senjata dgn org dari luar daerah … org seperti sangat tdk layak utk disebut tokoh …

  4. Rolf W. Christian Petersen Says:

    Pong Maramba’ adalah seorang kriminel ‘kah
    atau seorang pahlawan ??
    Bagaimana pendapat pada zaman sekarang?

  5. hendrik bangabua Says:

    sya sependapat denganteman diatas betul say denga juga dari nenek saya pong marambak itu kejam suka rampas sawanya orang untung ada orang berani dikampung say kanya nek saya itu nek lebang yang bertahan hingga sawah dikampung saya itu tak sempat di rampas.ini betul kata nenekku dan aku adalah orang sangga langi’

    • angin-angin Says:

      yang benar aja kamu orang sangga langi” sanga langi kan ada di pantilang sana, sedangkan ne lebang berada di madandan – kanuruan yang termasuk kalah perang denga orang bone yang mana batasanya sampai alang- alang
      jangan sirik dan terima Pm sebagai pembela orang toraja pada saat itu,
      kata2 jagan dilontarkan dengan sebarangan dulu sebelum mengetahui kenapa, kita mengadili sesorang dengan bukti yang belum kita ketahui kebernarnya

      • Bato' Sa'dan Lewangan Says:

        saudara angin2, anda sebelumnya pernah ngomong klw anda bukan keturunan dr PM Trus sbetulnya anda ini sypa n keturunannya drmna,

  6. hendrik bangabua Says:

    kalau betul tuduhan orang itu pong maramba’ kalau jaman sekarang tu bisa digantung jadi bukan pahlawan seperti pongtiku diakui semua orang toraja bahwa dia itu adalah pahlawan yang gagah berani melawan kemungkaran ditana toraja

  7. Dennice Says:

    dari semua komentar yang ada, yang menjadi pertanyaan penting untuk kalian semua yaitu apakah anda seorang toraja asli atau orang yang hanya mengetahui kalau dirinya toraja??? berbicara mengenai sejarah toraja tidak terlepas dari zaman kerajaan yang dulunya berkembang di toraja dan tahu atau tidak bahwa zaman kerajaan di indonesia model pemerintahannya sama semua. Bahwa ketika seorang raja menginginkan sesuatu, biasanya rakyatnya dengan sukarela memberi dan kita TIDAK BISA mengingkari sejarah BAHWA “PIKIRAN OTAK MANUSIA TIDAK AKAN PERNAH MERASA PUAS DENGAN APA YANG DIMILIKI SAAT INI”. Salah satu kekurangan yang harus diperbaiki yaitu stigma akan pencitraan seseorang, keinginan hati manusia dan pengendalian pikiran dan hawa nafsu.
    Coba Saudara renungkan kembali pertanyaan berikut :
    1. Dari mana asal mula TORAJA?
    2. Bagaimana bentuk pemerintahannya dari dulu sampai sekarang?
    3. Bagaimana kultur budayanya?
    4. Bagaimana struktur daerahnya?
    5. Sudahkah anda mengerti mengapa anda disebut sebagai orang toraja?
    Sebagai pemerhati perkembangan Toraja ke arah yang lebih baik maka lebih baik semua orang toraja bersama-sama berpikir untuk bagaimana caranya daerah Toraja yang sudah terkenal bisa berkembang baik tanpa harus mendiskreditkan seseorang akan masa lalu yang terjadi pada keturunan keluarganya, dan bahwa budaya serta adat istiadat harus tetap terpelihara dengan baik apakah itu rambu solo’ atau rambu tuka’. Bukankah seseorang tidak terlepas dari kekurangan dan saya yakin dari kekurangan seseorang yang selalu kita tonjolkan mereka pasti memiliki kelebihan yang tidak kita miliki dan itu sebenarnya yang harus kita pedomani kalau mereka bisa kenapa kita tidak berusaha untuk bisa juga setidaknya hampir menyerupai.

  8. Tondon Says:

    Omong kosong jika Pong maramba suka merampas tanah/ sawah org, ia memiliki sawah di salu krn org disana yg memberikannya sbg tandaterimakasih krn telah melindungi mereka sebab yg berlaku pd saat itu adalah hukum rimba dan pong maramba merupakan figur yg disegani dan tidak yg berani mengganggu jika berada dibwh perlindungannya
    – kedekataan Pong Maramba dgn kampung Salu karena Pong Maramba’ memiliki istri dan beranak cucu di Salu
    – Sawah Tande Tulak, maramba’ adalah juga org Ba’ lele dan sawah itu adalah milik pribadinya.

    • artur Says:

      maaf nih mo nanya gimana atau siapa nama nenek pong maramba’ yg berasal dari ba’lele???silsilahx gimana n tlg tunjukin di ba’lele seblah mana tuh ada patane atw kuburan nenek dahulu sbelum pong maramba’???trim’s.

    • Frans Says:

      Saya sebenarnya keturunan yang merasa korban dari persekongkolan PM dan suruhannya yang bersenjata tadi. kata nenek saya dan pepasan yang diturunkan kepada kami bati’na bahwa pada saat itu PM mempunyai orang2 suruhan bersenjata yang sengaja dan pura’2 datang dengan senjata mangancam orang2 kaya setempat dan mangakui milik orang2 setempat adalah miliknya ( mengancam) dimana orang suruhan sebenarnya bersekongkol dengan PM. pada saat suasana sudah keruh dan tegang, datanglah PM menawarkan jasa, dengan alasan bahwa pemilik sawah yang besar2 (orang setempat) akan aman dibawah lindungan PM, katanya jangan takut saya akan dipihak kamu, dengan pura2 mengusir perampas suruhan PM, maka muluslah akal PM dan leluasa meminta dan menguasai harta setempat. BUKTI YANG PALING NYATA ADALAH PM, tidak mempunyai silsila turunan dimana dia menguasai harta setempat, pada hal, bukti turun temurun ditoraja seperti sawah Tanah kebun atau to’ tallang dan Tongkonan yang tidak pernah terpisahkan dimanapun diToraja, mengapa tiba2 PM yang sangat jauh dikalambe’ bisa mempunyai sawah yang sangat banyak dan besar2 di tempat lain, dan tidak mungkin dimiliki PM hanya karena hibah, karena orang setempat sama sekali tidak ada hubungan darah dengan PM. contoh Randan Batu.
      Jadi menurut saya PM memang tokoh yang kontroversial, tapi tidak sulit dibuktikan akal liciknya.
      Menurut saya sekarang kita sudah sebahagian orang beriman Kristen, Kalau ada hati bagi turunan PM kembalikanlah harta yang telah ratusan tahun di kuasai bati’na kepada orang2 yang sebenarnya pemilik turunan asli dari harta itu, kami sebenarnya hanya mengguga keluarga PM sudah sekian lama menguasai dengan tidak sepantasnya, kembalikanlah sudah cukup lama dinikmati anak cucunya, saya rasah dalam hati yang paling dalam Tuhan bisa mengetuk hati mereka dan rela mengembalikan seluruhnya atau sebahagian, karena kami dari turunan pemilik asli sebenarnya berhak juga untuk harta2 itu. Saya rasa HANYA TUHAN YANG MAHA TAHU YANG BISA MEMBISIKAN KEDALAM HATI ANAK CUCU PM DAN DENGAN RELA MENGEMBALIKAN KE PEMILIK SEBENARNYA, kata orang toraja PEMALI ADE’ kedenni te’ mai pepasan tomale mendadi puang natang disa’bu’-sa’bu’. Kami tunggu ketulusan keturunan PM, karena bukan saatnya untuk berselisih kalau masih ada jalan yang lebih baik.

      terima kasih,

      • Edong Says:

        Apa anda bisa sebutkan siapa dari keturunan PM yg mewarisi hasil tipu daya PM di Randan Batu, tanahnya di mana di Randan Batu?
        Apa anda tau kalau MERTUA PM berasal dari Randan Batu, sekedar info untuk anda bahwa PM adalah menantu dari Laso’ Edong/So’ Edong/ Mangedong ( generasi ke 5 dari Pong Kalua’)

      • Edong Says:

        @Frans,kata Anda : “Pong Maramba mempunyai banyak tanah sawah di Randan Batu dari tipu muslihat ” siapa bati’ Pong Maramba yg mewarisinya, anda bisa menyebut nama dan lokasi tempat??
        Apa anda tau bahwa MERTUA Pong Maramba berasal dari Randan Batu??? beliau adalah menantu dari Laso’ Edong/ So’ Edong/ Mangedong( generasi ke-5 dari Pong Kalua)…boleh tau alamat anda di Randan Batu?

  9. Mangga' Says:

    Banyak sekali yg mendiscridit P.Maramba,mgkn krn ada faktor x di dlmnya yah tetapi itu bisa dimaklumi, jangankan Indonesia dan Toraja secara khususnya..dibelahan dunia lainpun seperti Inggris, belanda,dan negara2 lain tdk lepas dari merampas tanah,umbaluk tau / nalli tau”karna jaman itu yg berlaku adalah hukum rimba.
    bukan hanya P.M tetapi P.T. jg BAHKAN hampir semua tokoh penguasa pada jaman eden tersebut. Jaman itu tanah bahkan orgnya bs jd sebuah properti dikarenakan kalah perang, kalah judi, dijual oleh kluarganya sendiri, dll. Terlepas dari sisi negatif P.M (yg blm tentu kebenarannya)ia adalah bagian dari sejarah ” Deklarasi Buntu Pune” dan apa dibalik “mengapa ia sampai diasingkan ke Ambon (satu2nya tokoh Toraja) jk ia bukan ancaman bagi Belanda”dgn dalih selalu merampas hak org lain dan dihukum oleh bangsa yg menjajah Toraja itu sendiri…aneh khan???

    • angin-angin Says:

      Maaf mangga”
      Menurut saya PM merupakan ancaman terbersar dari belanda pada saat itu karna dengan pasukanya yang mampuh mengalakan kerajaan bone, yang menjadi antek belanda

    • cornelius Says:

      Sepertinya PM memang paling berpengaruh dan di segani pada saat itu tapi sekarang seakan sejarah dikaburkan. “DEKLARASI BUNTUPUNE” kenapa bukan Deklarasi Tondon atau Deklarasi To’tallang, atau Deklarasi tempat pemimpin lainnya, kenapa harus di “RUMAH PM”. Secara Logika seorang tidak akan mampu menghimpun pemimpin2 wilayah lainnya jika ia tidak dituakan dan disegani, padahal pada saat itu selalu terjadi perang saudara dalam bumi lepongan bulan.

      • Ondo Pua Says:

        DEKLARASI BUNTU PUNE menjadi tonggak awal para pemimpin adat seluruh toraja dalam melawan belanda. Isi deklarasi itu adalah bhw hentikan semua peperangan antar daerah dan seluruh kekuatan difokuskan melawan belanda. Taktik perlawanan yg disepakati bkn berperang secara frontal dgn tentara belanda mengingat persenjataan belanda sangat kuat tetapi dgn politik akomodatif sambil melemahkan pemerintahan belanda dari dalam. Dgn taktik itu memungkinkan para pemimpin adat diangkat jadi Kepala Distrik (Parengnge’) untuk kemudian menggembosi pemerintah belanda. Hanya pongtiku yg memilih perlawanan fisik yg berakhir tewasnya beliau setahun setelah kedatangan belanda.

  10. Tuan Muda Sang Pengelana Says:

    ketika seseorang yang merasa sangat mengerti sejarah toraja termasuk adat dan alukna to toraya..apa yang akan terjadi pada saat pemikiran / pengetahuan yang diperolehnya tersebut tanpa didasari oleh suatu penelitian ilmiah dengan kajian teoritis, sosiologis dan empris ??? yang tidak lain akan terjadi adalah suatu kesimpulan fana yang dapat berdampak negatif terhadap pendangan orang terhadap orang-orang toraja (ya ke dikua sia mi torayakan). sama halnya ketika kita mencoba untuk membuat suatu silsilah asal muasal orang toraja dan apa kaitannya semua suku yang ada disekitarnya (luwu, bone, gowa, mandar, mamasa, pammana) dan yang agak jauh dari daerah yang sekarang dinamakan toraja (batak/sumatera utara). bahwa kesemua daerah tersebut pada masa penjajahan belanda, mereka beruasaha untuk mempertahankan daerahnya dengan caranya sendiri-sendiri, termasuk pula yang dengan hormat saya sebut namanya Pong Maramba’. bahwa beliau karena dianggap sebagai salah satu tokoh berpengaruh yang dengan sangat gigih berjuang mempertahankan daerahnya maka pemimpin pasukan belanda dengan politik adu dombanya berusaha untuk menyingkirkan beliau dari tana toraja dan akhirnya disingkirkan ke ambon yang kemudian meninggal disana. ketika mengetahui bahwa Pong Maramba’ telah meninggal di ambon maka Datu Luwu meminta agar jenasahnya dapat dibawa kembali ke tana toraja, setelah tiba di Luwu jenasah dari Pong Maramba’ sempat di semayamkan di istana Luwu kemudian di bawa kembali ke Tana Toraja untuk di uparakan pemakaman secara adat (aluk pia). Bahwa selama ini belum pernah ada lagi upacara pemakaman dengan menggunakan aluk pia sebagaimana yang dilakukan terhadap pemakaman Pong Maramba’. untuk hal-hal yang dianggap positif oleh seorang Pong Maramba’ maka beliau tidak segan-segan untuk mewujudkan hal tersebut.
    suatu catatan : pada jamannya ketika setiap orang yang berada diluar wilayah rantepao akan berkunjung maka meraka harus turun dari tunggangannya begitu memasuki wilayah nonongan yang merupakan batas terluar dari daerah kerajaan dari Pong Maramba’. Dan apabila ada mata-mata dari kerajaan lain yang tertangkap di wilayahnya maka akan selalu ditanyakan kepadanya apa maksud dari tindakan spionase tersebut kalau bermasud baik maka akan ada pernikahan antara keturunan Pong Maramba’ dengan keturunan dari Penguasa yang mengutus mata-mata itu.
    Bahwa setiap manusia diciptakan TUHAN memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, termasuk pula Pong Maramba’.
    Generasi antara Pong Maramba’ dengan Pong Tiku adalah du generasi yang berbeda.

    • toraya Says:

      melihat dr komennya bro tuan muda, bahwa betapa dihargainya Pongmaramba oleh oleh datu luwu, bahwa jelas PM bukan sembarang orang.. dia adalah penguasa di rantepao saat itu. seorang penguasa harus ditundukkan oleh belanda saat itu, dan smua daerah sama cara kerjanya belanda. difitnah dan diadu domba. dan dampaknya saat ini banyak yg gak suka dgn PM, tp itu jg krna kebiasaan kita orang toraja yg tidak mau mengakui kekuasaan sesorang dan slalu merasa neneknya paling hebat, makanya menjelelekan orang lain. mngkin saja nenek mereka adalah hamba dr PM makanya saat ini mlampiaskan dgn menjelekan PM. apalagi mereka yg di ba’lele.. suka tidak suka itu merupakan daerah kekuasaannya PM.

  11. So' Tappi' Says:

    Pong Maramba’ org yang sangat kotroversial menurut org2 tua … bahkan hingga kini masih menjadi musuh byk orang … dgn pasukannya yg bersenjata, ia dgn semena-mena merampas hak orang lain, istri org, bahkan memperjual belikan sesamanya manusia atau dibarter dgn senjata dgn org dari luar daerah … org seperti sangat tdk layak utk disebut tokoh …

    • Enos Says:

      Keturunan Pong Maramba mgkn cool-cool aja tuh , ngak pernah kedengaran minta leluhur mreka di jadikan Tokoh. Pantas/tdk pantas, semua pemimpin pada jaman itu TIDAK ADA YG TANPA CELA, semuanya mempunyai kekurangan maka jika mencari pemimpin yg sempurna pada jaman itu maka tidak akan ada satupun yang pantas jadi Tokoh Toraja.Pong Maramba’, Pong Tiku, Pong Danduru, Puang Balusu (Matandung), Puang Tarongko,dll semuanya mempunyai karakter yg sama sebagai pemimpin dengan penilaian negatif “MERAMPAS MILIK ORG LAIN DAN ANDIL DALAM PERBUDAKAN” tapi betul kata org yg komen diatas “HUKUM RIMBA YG BERLAKU” pada jaman itu blum ada polisi..hehe,(org sirik tanda tak mampu) dijamannya mereka jadi pemimpin karna mereka yg yg paling terkuat di wilayahnya.
      Justru sekarang ini Hukum negara yg berlaku tapi banyak kejadian perampasan tanah, itu lebih parah lagi daripada jaman Hukum Rimba.

    • R.Adnan Nusa wp Says:

      dari mana sumber resmi kata2 yang Anda tulis diblog ini saya yakin tidak seperti itu YM.PM kakek kami..

    • Frans Says:

      Sebagian besar certita2 diatas memang ada benar dan salahnya dan itulah tokoh kontro versial, memang orang adalah orang kuat yang kuat dan pintar. PM juga sampai didaerah randan batu mempunyai sawah yang sangat banyak yang diperoleh cara tipumusliat, dimana PM ini punya pasukan yang dikirim untuk mengacau pembesar dikampung2 tertentu yang punya harta sawah yang besar2, Pasukan bersenjata api dan doke berpura2 mengaku sawah2 ini seakan2 milik mereka lalu mengancam dengan senjata, kalau sudah kacau PM dengan pasukan lainnya pura2 dating untuk mengusir pasukan PM yang mengacau tadi, dengan mereka selalu meyakinkan korban bahwa dia berhasil menghalau pengacau/perampok pada hal ini tipu muslihat dimana semua pasukan itu adalah orang-orang PM, lalu PM meminta balas JASA bahwa kalau sawah ini tidak diberikan dia tidak mau membantu atau TIDAK MAU menaggung kalau ada apa-apa dengan pemilik sebenarnya, Jadi kalau mau selamat saya minta sawah ini diberihkan kepada saya supaya saya yang bertanggung jawab dan membujuk rayu pemilik dan meminta dengan cara menunjuk lokasi sawah alas jasa tipu muslihatnya, bahkan kalau orangnya baik2 maka diangkatlah menjadi saudara ANGKAT. Randan batu adalah salah satu korban PM tipu daya halus. PM tidak ada hubungan darah dengan pemilik2 asli, lalu harta, Tanah sawah di toraja itu 100 % pemilik punya TONGKONAN SEBAGAI PUSAT KEPEMILIKAN disekitar kampong itu, dan kenyataanya PM tidak punya TONGKONAN DI RANDAN BATU KARENA PM ORANG RANTE PAO tidak ada hubungan darah dengan orang Randan batu. Semua orang masih punya memori kuat tentang cara-cara licik PM menguasai harta orang lain dengan cara tipu daya yang halus.
      Kalau orang merasa korban, lalu bersatu dan mau mendaftarkan diri sebagai korban tipu saya sangat yakin banyak.

      • Edong Says:

        Bati’ Pong Maramba’ yg punya banyak sawah di Randan Batu itu siapa?
        Apa anda tau bahwa MERTUA laki2 Pong Maramba’ berasal dari Randan Batu?? PM adalah menantu dari Laso’ Edong/Mangedong/ So’Edong

      • Edong Says:

        ” PM jg sampai di daerah Randan Batu Banyak tanah sawahnya di Randan Batu mempunyai sawah yang sangat banyak “……siapa diantara Bati’nya yg mewarisi banyak tanah sawah di Randan Batu?? Bisa disebutkan dimana saja??
        Apa anda tau bahwa MERTUA laki2 Pong Maramba’ berasal dari Randan Batu?? PM adalah menantu dari Laso’ Edong/Mangedong/ So’Edong.

  12. Toraya Maballo Says:

    Tandi Tulak yang dikatakan saudara diatas jelas milik PM karna Orang Tua PM bernama Nek Lumele adalah saudara kandung nenek buyut saya kami pemilik beberapa lokasi yang saat ini sebagian di hibahkan kel. Sebagian Milik Nek Lumele org tua PM dan lokasi Pasar kalambe’,singki;,lapangan bakti adalah milik buyut saya begitupun sudara-saudara orang tua Pong Maramba’ ( PM),setahu saya yang mengaku merampas milik masyarkat dan kelurga besar bati’ Nek Lumele sebagian besar para gerombolan di balele….apakah gerombolan itu akan bangkit lagi di bumi laki padada …?????

    • artur Says:

      siapa nama buyut anda yg miliki lapangan bhakti????trus nek lumele yg mana yg anda maksud org tua pong maramba dari ba’lele??dimana patanex di ba’lelel…???trim’s

      • Ondo Pua Says:

        @Arthur, nek Lumele itu orang Ba’lele-pangrante asli, tongkonannya namanya “Kalembang” di Pangrante yg sekarang ditempati Dr. Ir. Patana Rantetoding. Nek Lumele itu ayahanda dari Nek lai’ Pali’, Nek Lai’ Pali’ itu ayahanda Pongmaramba dan tongkonannya ada di IKKO’ TANDUNG, Ba’lele. Jadi 2 Sawah tanditulak itu milik Pongmaramba, sbelah selatan (Tanditulak Jongan) diwariskan ke Isteri Pongmaramba’ di Buntu Pune dan Tandi tulak doan diwariskan ke Isteri keduanya, Sindo’ Lai’ Kalua di Kalambe’ (Barana). Waktu zaman PKI dulu, banyak orang Ba’lele ingin merebut Sawah Tanditulak atas nama slogan PKI “Sama rata- sama rasa (gotong royong).

  13. Bani Pongmaramba Says:

    Untuk memperkaya khasanah saudara-saudaraku org toraja tentang moyang kami “Pongmaramba”, ini catatan sejarah yg ditulis oleh Controleur belanda, Meester Nobele :
    Sejarah terbentuknya “RANTE KARASSIK” :
    Terbentuknya Rante Karassik tdk terpisahkan dgn sejarah Siambe’ Pongmaramba. Beliau adalah salah satu pemimpin/bangsawan dari Kesu’ dan Tikala yg sangat berpengaruh di Toraja pada sekitar tahun 1880 – 1916. Kehadiran tentara Belanda di beberapa wilayah di sulawesi selatan, seperti Bone dan Luwu telah diketahui beliau. Untuk menyusun strategi menghadapi tentara Belanda, Siambe’ Pongmaramba mengutus anak menantunya, Siambe’ Tangdirerung ke Bone, Sidenreng da Mandar untuk mengamati langsung pergerakan tentara Belanda serta juga bertemu dgn para penguasa di daerah tersebut guna membicarakan cara terbaik menghadapi tentara Belanda. Hasil pembicaraan dgn Raja-raja Bugis, khususnya Bone dan Mandar, disimpulkan bhw Belanda memiliki persenjataan yg tdk mungkin dilawan secara frontal. Kemudian pd September 1905 diadakan pertemuan di Buntu Pune, salah satu kediaman Siambe’ Pongmaramba membicarakan sikap org Toraja menghadapi tentara Belanda. Hasilnya menetapkan bhw “perang saudara”, yaitu perang antar daerah di Toraja dihentikan dan kekuatan diarahkan untuk melawan Belanda.
    Pada bulan Maret 1906 tentara Belanda (MARSOSE) sdh memasuki Toraja dari Luwu melalui Balusu. Beberapa penguasa daerah yg dilalui tentara belanda mencoba melakukan perlawanan tetapi tdk mampu membendung keunggulan persenjataan belanda, dan dalam wkt singkat sdh berada di wilayah Rantepao, daerah kekuasaan Siambe’ Pongmaramba. Menyadari kekurangan persenjataan yg dimiliki, akhirnya Siambe’ Pongmaramba menyimpulkan bhw cara terbaik melawan Belanda adalah kooperatif sambil melemahkan kekuatan Belanda dari dalam. Strategi tersebutlah yg kemudian memungkinkan Siambe’ Pongmaramba bersama beberapa pemimpin Toraja ditunjuk sebagai Kepala Distrik (Parengnge’) pada tahun 1907.
    Saat tentara Belanda memasuki Rantepao, Siambe’ Pongmaramba masih berkabung, karena baru selesai melaksanakan upara adat pemakaman ayahhandanya (Sia Nek Lai’ Pali’) di Rante Menduruk (kini menjadi Markas Kodim 1414 Tator). Ketika tentara Belanda meminta pemondokan/lantang bekas upacara pemakaman, beliau terpaksa mengizinkan dgn perjanjin Belanda harus memindahkan semua Simbuang (Batu Menhir) ke lokasi yg dipilih siambe’ pongmaramba. Lokasi upacara pemakaman keluarga Siambe’ Pongmaramba akhirnya dipindahkan ke Karassik, yg kini dikenal sebagai “RANTE KARASSIK”. Dari sekian banyak batu simbuang yg ada di rante menduruk, hanya 8 buah yg dpt dipindahkan Belanda dgn mengerahkan beratus-ratus org dlm wkt berbulan-bulan. Sisa simbuang yg tdk sanggup dipindahkan tetap ada dan telah tertimbun di Rante menduruk, lokasi KODIM 1414 Toraja……..

    • angin-angin Says:

      pong tiku sebenarnya kecewa dengan pong maramba pada saat itu karana pong tiku ingin berhadapan langsung dengan

      belnda, sedang pong maramba tidak, ia lebih mengambil jalan yang memakai otak dari pada mengunakan kekuatan yang di

      milikinya, kerena mendapat informsi dari orang kepercayaanya, tentang kekuatan belanda, dimana kekuatan mereka sangatlah

      tidak beriimbang yang digambarkan sebagai berikut, masih jauh dilaut tidak kelihatan sudah hancur yang ada didaratan, ini

      mengambarkan kekuatan belanda yang memiliki senjata yang modern, sehingga pong maramba menyusun stategi untuk

      melakukan perlawanan, langka yang diambil oleh pong maramba ialah mengetahui kekuatan belanda, artinya disini dia mencari

      tahu kelemaha belanda, sebelum melakukan penyerangan. tidak seperti halnya pong tiku yang belum mengetahui seberapa

      kuat kekuatan musuh langsung mengambil tindakan sehingga dengan mudah dipatakan oleh belanda.
      Sebelum melakukan penyerangan pong maramba sudah ketahuan karena adanya akasi dari pong tiku yang

      melakukan penyerangan, sehingga dengan aksi itu belanda harus waspad terhadap PM, karna banyak orang yang terhasut

      oleh belanda yang dituduh sebagai pembunuh, perampas harta orang, bahkan meminta kepada van de Losotrect untuk

      memberikan istrinya untuk dikawini, ( ini adalah bentuk ejekan PM terhadap misionaris atau bentuk kejengkelan dari alukt todolo

      terhadap Gereja, kalau kita siamak dari buku memoar ida van de Lostrech ini lah tiaka adil dan salah satu bentuk propaganda

      terdap PM karna tidak dituliskan siapa sebenarnya yang membunuh Anton Aris van de Lostrech yang sebenarnya bukan lah

      Pong Maramba yang membunuh misionaris ini, ini merupakan kekejian yang dilakukan atau bentuk propaganda yang dilakukan

      belanda atau pembunuhan karakter orang yang seharusnya menjadi pahlawan tetapi karna rekayasa dengan mudah di jadikan

      sebagai penjahat.
      Kalau kita simak disini lawan PM adalah belanda, karna Pong tiku yang menyangka PM berteman dengan belanda

      padahal itu merupakan siasat dari PM untuk mengetaui kelemahan belanda, dimana PM perna mengatakan laku ala boko ato

      laku ala sa’ de akuna, karna dia tahu persenjataannya tidak canggih dan tidak seberapa jumlahnya. jadi PM menyusun rencana

      yang matang untuk mengalakan belanda, tidak seperti antek belanda (kerajaan bone) yang dengan mudah PM mengalakannya

      yang mana batasanya adalah alang-alang.
      Jadi dengan adanya propaganda tadi maka pola pikir orang toraja pada saat itu terhadap PM bisa disimpulkan bahwa

      beliau adalah penjahat dan penghianat, ini merupakan kekeliruan dari masyarakat toraja mulai dari dulu sampai sekarang, ini

      merupakan resiko yang ditumpu oleh belliau di tambah lagi dengan adanya penghianat, penghianat yang dimakud adalah

      bangsawan yang mendapat pendidikan dari belanda dan mempunyai kepemimpinan untuk menyerahkan belau kebelanda,

      yang kemudian diasingkan diambon dan meninggal disana.

      Pelosiran. tangmentue, angin-angin (Tikuna Malenong)

    • R.Adnan Nusa wp Says:

      @_ Bani Pongmaramba

      Saya salah satu Cicit keturunan Pong Maramba dari Cucu Puang Bolong tinggal di Wajo, saya mengucapkan salam kenal dan mohon bimbingan untuk sejarah Leluhur kita, mohon maaf atas kelancanganku.

  14. somba'riGowa Says:

    Sy bukan org madandan tp, sy mau komentari tulisan saudara angin2 diatas ketika menanggapi pndapat saudara hendrik bangabua….Sejak kapan karasiak dr madandan dan keturunannya kalah perang dr bone..?? Apa lagi mau minta bantuan sm si pm itu?? Kalau org dr kmpung lain sih iya mgkin minta bantuan sm org buntu pune.. lo ko mengkutana2 dolo so’ angin2 indara tu karasiak sia ne’lebang .. tae liu y na tongan duka tu mu pokada kumua to nonongan/kanuruan natalo to bone.. sekedar info nonongan itu jg tongkonan dr raja2 bone, karaeng2 goa, dan datu2 luwu.. so thats imposibble !!! Pm memang orang yang kontroversial selalu ada pro dan kontra…. kurre sumanga’

    • angin angin Says:

      waw, itulah kurang lebihnya, kalau tidak adanya tulisan tentang sejarah, kalau ada maka kita dapat mengetahui, jadi sebelum menulis marilah kita ramaikan dan kita sumbangkan tentang cerita tetang sejarah, toraja, banyak hal yang tertup, walaupun itu benar, disembunyikan oleh kalangan kita, misalnya contoh peristiwa pa da tindo sebut sandinya aja munkin tidak tau, coba cari cerita pertama kalahnya orang toraja pada bone, bagamana, kejatuhan toraja oleh bone ,apa penyebabnya, kalau bukan tetang ke AKU An dari orang toraja yang besar itu tentang kebangsawananya tetang ketinggian harkat dan martakanya didepan orang2 kampungnya/ masyarakatya, kalau anda sebutkan cerita tidak betul tentang penyerbuan kedua dari kerajaan bone itu, tetapi berhasil dihalau, oh, gimana ya saya bisa jelaskan tetang nonongan yang ada tannuna manaek yang yang jika di tarik ujungnya harusnya berada dimana, bro. tentang penyerbuan bone pada saat itu.
      saya juga mau tanya anda Somba ri goa (Anak Bungsu), gimana ya tetang penghimpunan orang dari PM tetang perjanjian buntu pune, bisa ka ada jelaskan tetang ini, atau cerita tetang perjanjian buntu pune itu omongkosong belaka atau hanya rekayasa??????
      Giman juga anda bisa menjawab tetang orang luwuk (Macoa (orang pongko ) ) yang mengaku dirinya adalah orang tertua yang berada disulawesi dan orang toraja adalah salah satu anak suku dari orang pongku (Luwu ) itu. gimana sikap anda tetang itu semua, gimana
      bagi saya yang pertama adalah giman tidak merasa tetang ke AKU AN yang besar dari sifat dasar orang toraja pada umumnya, gimana kita bisa menyatukan pendapat dulu baru kita tulis sejarah PM buat generasi berikutnya, bagaimana tidak kalah nya orang toraja terhadap belanda sebelum menyatukan visi dan misi untuk menang

  15. the Mysterious of Christ Says:

    Karena saya bukan orang Toraja, melainkan hanya orang yang tertarik terutama tentang kisah tragis dari seorang misionaris Antonie Aris Van De loosdrecht yang terpanggil untuk membaktikan dirinya kepada masyarakat Toraja, maka saya menganggap diri saya relatif bebas nilai-nilai yang bias dan juga bebas sentimen hubungan darah. Menurut persepsi saya (dengan membaca referensi standar tulisan akademik dan catatan sejarah lainnya), apabila penilaian kita tidak dikuasai sentimen hubungan darah dan emosi semata, maka kita mungkin harus mengakui bahwa kondisi kehidupan sosial masyarakat pada masa lalu itu (100-150 tahun yang lalu) di beberapa wilayah yaitu Bone, Enrekang, Sidenreng, Toraja, dan sekitarnya tidaklah lebih baik dari kondisi kehidupan sosial sesudah oang-orang Belanda yang memasuki wilayah tersebut. Perbudakan, penjualan manusia, perjudian, perampasan tanah dan ternak, penguasa/tirani lokal, merupakan praktek yang de facto telah berlangsung (dipraktekkan) sebelum Belanda memasuki wilayah tersebut. Ini adalah fakta berdasarkani tulisan standar akademik dan catatan sejarah original (yang relatif bebas nilai sentimen dan emosi bias).

    Jadi, terutama untuk kita semua orang-orang berdosa yang diampuni oleh Tuhan (Kristiani), kita harus jujur menerima dengan lapang dada bahwa Pong Maramba adalah pembunuh seorang misionaris. Jelas bahwa tindakan Pong Maramba tidak baik dan keji. Tanpa perlu diputar-putar, fakta tetap fakta. Sejarah telah dituliskan dengan darah yang ditumpahkan dari seseorang yang tidak bersalah. Misionaris itu adalah seseorang yang berkorban karena jiwanya terpanggil untuk mewartakan injil dan mengerjakan tindakan kasih bagi masyarakat tana Toraja di masa lampau.

    Akan halnya perang, pertikaian, konflik, perang lokal, perang antar kampung, dsbnya, tidak membawa makna universal dan spefisik. Perang ada dimana-mana. Peperangan tidak mengandung dalam dirinya suatu KEBENARAN HAKIKI, atau KEBENARAN FUNDAMENTAL. Dalam peperangan berlaku hukum konflik, kedua belah pihak yang bertikai, dua-duanya salah, dua-duanya berkontribusi.

    Salam Damai dan kasih.

    • Ondo Pua Says:

      @the Mysterious of Christ, sy mau luruskan pernyataan anda bhw PM yg membunuh A.A.vd Loosdrecht. Pembunuh sebenarnya adalah komplotan Nek Matandung, Pongmasangka, Tandi Bua dan eksekutornya adalah “Buyang”, adik kandung Pongmasangka. Itu terbukti di pengadilan belanda shg mereka dihukum masing-masing 20 tahun penjara di Nusa Kambangan dan Bogor.

  16. angin angin Says:

    maaf the Mysterious of Christ
    anda yang salah satu termasuk yg salah menduga tetang penulisan buku yang sudah lama tersebar dan kensannya salah, jadi, siapa saja yg membaca tetang buku itu kalau tidak mempunyai, pengetahuan tentang sejarah toraja pasti akan menuduh PM sebagai pembunuh, padahal yang membunuh itu bukana lah belua, semua orang toraja dulu nya tau tetapi, sehubungan dengan bergulirnya jaman titak adadanya pencatatan tentang sejarah, yang tercartat hanyalah segelitir catatan yg dapat meyesatkan, makanya sebaikaya, kita tulis tetang sejarah yang sebenarnya
    sebenernya yg tertuduh membunuh adalah Pong Masangka yang sudah memjalani hukuman dinusakambangan tetapi, yang membunuh sebenarnya adalah saudaranya sendiri, namun dia lebih memilih untuk menyerahkan diri kitimbang saudarah kandungnaya yg ditangkap,
    maaf buat kerluarga pong masangka saya ungkapkan ini bukan makasud lain melainikan untuk meluruskan tentang sejarah torjah sebenarnya

    • the Mysterious of Christ Says:

      Betul Sdr. angin angin, saya salah kutip nama, yang membunuh adalah pong Masangka. Thank u for your comment.

    • yoppysoleman Says:

      Sebenarnya hal ini tdk tll penting skrg, tapi kita jadi bingung sebab tulisan isteri misionaris si pembunuh adlah Pong Masangka, dkk, teman saya M. Tangkeallo juga mengiyakan nama Pong Masangka. Lantas. Tulisan Anda dimana bacanya? Kalu bagitu kita anggap hanya Tuhan yang tahu?

  17. kondolele Says:

    tabe ..misa kadadi potuo pantan kada d pomate,andi’ri na pada kita la siterre’,,,mi pakasiri bangki kmu tau

  18. datu tasik Says:

    Ahhh cerita mati pong maramba’ mau berkuasa sampai angin2,yg punya versi itu tolong bertanya bagus2 di toraja, tdak ada sejarahx pong maramba’ mau menguasai daerah kekuasaan nonongan..

  19. Bato' Sa'dan Lewangan Says:

    Sy rasa anda emg bnar mungkin termasuk salah satu pembela tator ttapi bukan cuman pong maramba’ yg mmpertahankan tator, ada bbrapa orang yg terkait dgn pembela tator n anda tdk menyebutnya, spt nek matandung, pong sitemme’, puang ponglabba, puang duma’bulo.. & jika anda tdk ada bukan darah dr pong maramba’ buat apa anda mmbesarkan nmaNYA n menyebutnya pasukan terkuat dr toraja.. Jika anda berada pada saat itu d TKP, ok lah umbai tongan nasang tu mipokadanna tp anda mgkin blum ada pada saat itu, anda cuman mndengarnya dari bibir k bibir, jadi anda tdk sepatutnya sgt mmbenarkan perkataan anda, org jg bisa mmbenarkan perkataannya n menyalahkan perkataan anda.
    By
    Bato’ Sa’dan Lewangan

  20. Reken Says:

    Saya mau tanya..apakah bener pongmaramba’ itu seorang pemberani?
    Maaf ada buktinya.

  21. Reken Says:

    Maaf buat keturunan Pong Maramba’
    Sejarah turun temurun di desa ba’tan menceritrakan bahwa Pong Maramba dengan kejayaannya tidak lepas dari seorang Pemberani Ne’ Matira’ dari buntu Rongko’ Ne’ Matira’ adalah pengawal khusus pong maramba’ dimana2 dia pergi.
    Sejarah mengatakan pong maramba’ tidak berani keluar dari buntu pune tanpa .pengawalan Ne’ Matira’ dari buntu Rongko.
    Ne’ Matira’ adalah Orang yg sangat disegani dan ditakuti di desa Ba’tan pada jamannya karena keberaniannya menyelamatkan nyawa pong maramba’ ke rumah ne’ Matira’ di buntu rongko’ dan 1peti harta karun emas,gayang dll yg dia simpan di rumahnya di “buntu rongko” dari kepungan pasukan bone dan belanda pada saat penyerangan ke buntu pune.

    Khusus buat keturunan pong maramba’
    “Jangan pernah melupakan jasa dari panglima perang pong maramba’ yaitu Ne’ Matira’ dari buntu rongko’

    Saudara2 boleh kaya raya tetapi anda tidak boleh melupakan sejarah.

    Salama’ku jomai tanah papua.

  22. Ingi' Says:

    tabe’ lako kita solanasang.
    sirra’ bulungku basai te apalante, den ya melona ke tapeladai meloi tu sejarah, dak ta asal bunyi bang.. ta pantan malemo ya dakak sumber yang benar2 terpercaya, tapeladai umba nakua sistemna indek toraya dolo. dak ta susi lante, susi bangki to tukang becak jo lalan site’ge’, na muiri ya ma’nana2 limammmi mak ketik tama te diskusita inang taek hasil la mi appa’ sangadi tampaki dosa. na yari tu kita to Toraya la si Pomala’bi Raki.
    kurre sumanga’ buda.

    • sangmane Says:

      Sangat setuju dengan usul dari Pak Ingi Sombolinggi’. Melo ia ke ia tu kameloanna tondok ta ta sipak kadai inde te.

    • somba ri gowa Says:

      inde mo pale’ tu bati’na Karasiak domai madandan sia rapunna ne’lebanG misa’e …

      ooo angin2 mengkutana moko lako sia ne’ ingi’sombolinggi inde e.
      biar ente tau umbara susi to madandan tu mu “klaim”mukua minta tolong lako puangmu pong m.

      Nb:-angin2 jgn anda samakan orang salu cs, dgn org madandan
      -pong maramba kemukua hebat dan penakluk??? ok lah ambil mi, tp berlaku ddaerah tertentu, didaerah tertentu !!!!
      pengkilalai to!!!!!
      – jgn pernah paksakan yg ente pahami ke org lain !!!!!

      • sangmane Says:

        thanks komentarnya sangmane somba ri gowa – mungkin saran saja supaya diskusi kita membangun, sebaiknya kita gunakan bahasa yg soft-soft saja ..

        kurre sumanga’

  23. sangmane Says:

    Demi ketenangan bersama, maka ada baiknya setiap argument disertai dengan bukti2 yang jelas. Supaya kita semua bisa belajar bersama – sebagai generasi muda Toraja.

    Setuju komiraka ?

  24. Bobson Samsir Simbolon Says:

    Tanah Toraja adalah daerahyang penuh dengan keunikan dan keistimewaan dalam budaya dan juga dalam sejarah yang terukir di Tana Toraja itu sendiri. Kisah / Sejarah Pong Maramba adalah salah satu bukti dari betapa besarnya kekuatan sang toraya pada saat penjajahan belanda hingga sekarang. Kisah Pong Maramba bukan tentang Pahlawan atau Pembunuh, melainkan tentang bagaimana para generasi Tana Toraja untuk lebih mengenal arti dari segala aturan sosial dan budaya yang berlaku di adat Tana Toraja. Bukan hanya Nenek ta’ Pong Maramba yang menjadi korban kelihaian Belanda untuk membunuh rantai keturunan para Ksatria2 Tana Toraja. Di Tana Batak juga banyak opung kami yang menjadi korban kelicikan belanda. Namun sekalipun demikian, Pong Maramba tetaplah Pong Maramba yang dibuang dan mati di Ambon. Saya sangat sedih ketika saya berkunjung ke Buntu Pune pada minggu lalu. Kalau pun Pong Maramba (Pengandaian) yang membunuh seorang Penginjil, apakah darahnya yang tertumpah di Tana Toraja untuk melawan belanda kita lupakan begitu saja? Seandainya saat itu Pong Tiku juga sebagai tertuduh pembunuh penginjil, apakah kita juga menilai Pong Tiku sama dengan Pong Maramba?. Seandainya Pong Maramba mengalami kematian sama seperti Pong Tiku, Pasti akan ada dua Patung Ksatria Toraja yang didirikan di Makale.

  25. Samuel sampe Toding Says:

    syalom sangmaneta. permisi apa bisa minta No Hpnya? atau pin BBnYA?

  26. Shely Toding Allo Says:

    PM. punya kasih,jaman tsb masih kurang penduduk,tanah masih luas, Manusia yang di perdagangkan ke Kutai,ato ke mana2, Pong Maramba’ justru menebus mereka dan membawax pulang dengan memberikan tanah,u.mereka garap sendiri dan hasilnya mereka makan sendiri dgn keluarganya. Wajar klo Pong Maramba’ punya Sara’, na rampo UNTUNDUI. hehehehe. PM. boleh sadis terhadap Belanda dengan cara halus (Strategi) ttpi u. Solana Toraya sy berani katakan “TIDAK”. PM.penuh kasih.Dulu Masyarakat selalu KERJA RODI u. belanda,Pong maramba’ ,tidak tinggal diam, di membuat strategi, dengan menggarap sawah dengan anak mantunya. Dengan demikian mengajak masyarakat u,bersama2 menggarap sawah,yang hasilnya di nikmati bersama. BELANDA tidak pxpeluang lagi u. memaksa masyrakat Toraja KERJA RODI,karena takut sama PM. PM berkata kpda KOLONIAL, masy.akan kelaparan klo tidak enggarap sawah.

  27. Shely Toding Allo Says:

    Mohon Maaf Pak Artur, Baik saya akan jawab Pertanyaan bapak. Mengenai : Silsilah Pong Maramba’ dan Liang nene’na Pong maramba’? Baik akan saya jawab : Silsilh Singkat : SUBE menikah dengan MASIRRI. melahirkan 5 anak . salah satunya adalah Sia ambe’ NE’ LUMELE. menikah dengan Sia indo’ KAMBAE’. Lanjut : N.Lumele X indo’ Kambae’ melahirkan Sia ambe’ NE’ LAI’ PALI’ . ne’ Lai’ Pali’ menikah dengan Sia Indok MAYUNG ALLO.melahir SIA AMBE’ PONG MARAMBA’. SUBE dan MASIRRI, pendiri Tongkonan KALEMBANG yang letaknya dekat Jembatan Singki’.Yang masa sekarang ditokei’ buria’ oleh Dr. Rante Tana’. , Kuburannya (Liang Batu), di Gunung Singki’ bagian atas. .(liang Bati’ SUBE X MASIRRI) /NENE’ UTTU’ PONG MARAMBA’. Kurre Sumanga’. Salama’ .
    Mohon maaf kepada saudara (siulukku,) ,teman,sahabat saya yang ada dalam wall ini,saya menjawab karena terpaksa. Sebenarnya Karakter Pong Maramba’ adalah Karakter RENDAH HATI dan tegas klo di sakiti. salama’

  28. R.Adnan Nusa wp Says:

    saya cicit Pong Maramba dari cucu Puang Bolong Wajo, terima kasih atas postingannya.

  29. Puang arung lagi' Says:

    Ok, mohon mf bila saya lancang!! Apaa ka pong maramba mempunyai dara keturunan org BA’LELE ?? Di mana kaa tongkonan.y di ba’lele? Siapa keluarga.y di ba’lele??? Karna tangditulak ada tempat tongkonan org toraja
    Thanks

  30. Datu masuli' Says:

    Saudari frans
    saya sependapat sya org ba’lele dan nenek sya cerita bahwa pongM bukan org ba’lele


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: