Cicak vs Buaya


Pernah mendengar berita tentang cicak vs buaya ? atau cicak vs godzilla ?

Hmmmm ….

Saya rasa hampir semua udah denger … cuman gimana pendapat anda ?

Akankah anda tetap diam sementara anda melihat dengan jelas kearoganan Polisi dalam menahan pimpinan KPK ?

 

Apakah orang bisa ditahan dengan alasan “expressing their opinions” seperti yang tertulis di Jakarta Post hari ini ?

One Response to “Cicak vs Buaya”

  1. Mirna Jay Simbolon Says:

    Cicak dan Buaya. Kalau kita pikir-pikir sesunguhnya raja buaya itu adalah SBY. Sebagai aja buaya dia hanya membuat tindakan yang intinya membodohi rakyat, ini dia buat dalam hampir semua perbuatannya dan kelalaiannya saat memerintah pada tahun 2004 hingga hari ini danmendatang, sebelum anak bangsa kita semua melengserkan SBY. SBY raja buaya itu.

    Apalagi kasus Bank Century, pasti akan menguap karena Idrus ada komisi di DPR untuk kasus Bank Century adalah orangnya SBY. Ini permainan licik SBY. SBY mafia rejim saat ini. Lihat kasus terakhir ini yang merupakan refleksi ketidak tegasan pemerintah atau pemimpin nasional negeri ini.
    Prita 204 juta. Jumlah ini besar kali buat rakyat biasa apalagi kalau kita, mahasiswa. Namun yang lebih nggak beres tentu SBY yang pada tiap kesempatan selalu oportunis, bersolek mempercantik kata-kata pidato. Jaksa manapun nggak mungkin membuat tuntutan ngawur kalau pemimpin nasional dalam hal ini SBY tegas seperti masa Suharto dulu. Tapi SBY nggak ditakuti pejabat bawahan. Karena dia hanya pandai bicara bersolek kata-kata pidato. Kesalahan menggunung ada di SBY.
    Masa Suharto dan masa Mega nggak ada pejabat atau bawahan yang kurang ajar sebab presiden-presiden itu berani perintahkan pemecatan kalau mencoreng pemerintahannya. Suharto punya malu kepada rakyat dan dunia. Kalau nggak, jaksa agung itu yang akan dipecat atau digeser. Jaksa agung dan ketua MA diangkat dan diberhentikan presiden.
    Persoalan utama ada di presiden kita ini. Ini bencana buat kita semua, anak bangsa, kau dan aku, mahasiswa, intelektual, dan rakyat negeri ini. SBY semakin menantang rakyat yang dianggap selalu bodoh. Kita ditipu dengan solek kata-kata. Kita nggak percaya lagi SBY. Kami tunggu teman-teman segenerasi di militer dan kepolisian untuk berpikir sama. Seorang hadirin duduk baik-baik saat SBY berpidato dianggap ngantuk dan dibilang sakit oleh SBY. Presiden ini sensi, reaktif dan mudah marah kalau menyangkut kepentingan pribadinya tetapi buta mata dan hati kalau menyangkut ketidakadilan dan derita rakyat. Apa kita masih menunggu dia menikmati fasilitas negara yang mewah keluar negeri naik pesawat gratis dan gaji tinggi dari negara hingga 2014?
    Maka semakin banyak bencana malapetaka langsung dan nggak langsung akibat sikap mendua SBY. Membangun negara juga embangun mentalitas pejabat dan bawahan dengan tindakan tegas. Semakin banyak pejabat yang pandai berbohong dan sok jaga imej, wibawa bohongan, persis meniru SBY. Lihatnya Susno dll. Mereka nggak lagi takut pada rakyat. SBY juga nggak takut rakyat dan selalu menipu rakyat dengan solek kata-kata. Ini bencana besar. Kalau bawahan nggak takut pada pemimpinnya sebab wibawa hanya sekadar kata-kata tanpa tindakan konkrit, dan selalu main-main, tunggu balasan rakyat. Ini sudah soal pribadi antara SBY dan rakyat. Kasus Prita dan lain sebagainya nggak akan terjadi kalau Presiden berwibawa nyata, setidaknya seperti Suharto, tetapi membela kebebasan ekspresi dengan nyata seusia dengan zaman. Saat ini hukum dan keadilan telah dipermainkan justru oleh aparat hukum tetapi SBY diam sejuta kata. Kau dan aku lihat, bahkan menurut Fahmi Idris, keluarga jaksa mendapat layanan gratis dari RS Omni ‘Internasional’. Macam apalagi ini.
    Harusnya SBY berani meminta jaksa agung memeecat jaksa kasus Prita. Kalau hal begini saja SBY tidak berani dan selalu berkilah tak mau mencampuri penagdilan, presiden macam apa ini. Bukankah Jaksa Agung dan Ketua MA juga diangkat Presiden? Kalau saja SBY berani, seperti masa Suharto dahulu, apapun ketidak beresan di negeri ini termasuk soal korupsi sekalipun, bisa terberantas dengan sendirinya, sebab koruptor pasti takut pemimpin nasional. Dengan pemimpin nasional yang parah, Negara dan bangsa tidak mungkin pulih. Kini koupsi semakin merajalela, karena tak ada bawahan dan pejabat yang takut presiden dan bahkan mentertawakannya, melecehkannya. Korupsi dengan berbagai alas an proyek ini itu semakin menjadi-jadi dengan alas an seolah-seolah untuk membangun berbagai prasarana. Semua dimarkup dan ditilep berjamaah akibat seorang presiden yang tidak mau tahu dan sekadar membuat kaa-kata idato tanpa tindakan yang konkrit. Jadi sepengetahuan kami, sejak 2004 SBY tidak banyak bertindak substantif. Kasus Munir pun dilupakan. SBY pandai membelokkan berbagai masalah. Justru banyak yang mengatakan pembunuhan atas Munir pun dia tahu dan dia terimplikasi Semua masalah bisa ditelusuri dari kejadian peristiwa yang sama dalam waktu. Waktu itu Munir gencar menentang dalam iklan di tvtv kemungkinan dipilihnya SBY oleh rakyat tahun 2004. Jadi percayalah pada kami mahasiswa yang seperti kalian juga kritis bahwa kasus Bank Century pun akan menguap, apalagi komisi pengusutan di DPR dipimpin Idrus, gang pengkhianat negara. Idrus adalah bagian tangan SBY. Lihatlah kalau dia bicara, sangat bohong, dan orang-orang seperti dia di negeri ini tanpa kecuali perlu dicari tempat mangkal mereka dan kita ledakkan.
    Ringkas kata berbagai kemunduran Indonesia justru dieprpaah oleh kepemimpinan buruk SBY yang tidak tegas, tidak berani, tidak jelas. Pemimpin jelas, tegas dan berani demi rakyat itu harus, pemimpin nggak jelas, tidak berani, tidak tegas, dan hanya ap hari bersolek dan mempercantik kata-kata pidato palsu, yang diset indah di telinga, buang dan lengserkan segera.
    Tak ada lagi rakyat kota dan desa percaya lagi dengan pidato SBY. SBY masih pakai strategi lama. Tersisa sedikit rakyat desa yang masih dapat dibuai dengan pidato-pidato palsu SBY. Hari-hari mendatang ini kita anak bangsa dan semua mahasiswa harus dalam satu kata: Lengserkan. Sebab ujung dan pangkal permasalahannya di pemimpin nasional yakni SBY.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: