Persaingan Kursi Bupati Toraja Utara Semakin Ketat


Menjelang pilkada Toraja Utara pada Oktober 2010, persaingan para kandidat semakin memanas.

Kebanyakan kandidat sepertinya berusaha untuk mencari kelemahan calon lain.

Bakal pasangan calon yang sudah mendaftar antara lain

1. S.Allo Rante-Johanis Oktavianus Bari (PDIP),

2. Daniel Rendeng Madao-Johanis Palimbong (Partai Golkar),

3. YS Dalipang-Simon Liling (perseorangan),

4. A.Palino Popang-Sarah Lallo (Partai Demokrat, PPIB, PPRN),

5. Frederik Batti Sorring-Frederik Buntang Rumbe Layuk (PDK, Partai Patriot, PNI Marhaenisme),

6. Kala’tiku Paembonan-Alfrita Danduru (PDS, PDP, dan partai non parlemen),

7. Yohanis Rante-Ruben Kombolangi (pasangan yang mendaftar melalui jalur perseorangan,)

8. Deka Paranoan-Mathius Lobo. (pasangan yang mendaftar melalui jalur perseorangan,)

3 Responses to “Persaingan Kursi Bupati Toraja Utara Semakin Ketat”

  1. frans bararuallo Says:

    Sangtoraan yth,
    Saling menjegal itu berarti budaya rendah. Saling menrendahkan itu berarti budaya orang gunung. Saling memanas-manisi itu berarti kurang kerjaan. Perantau orang Toraja kembali mencalonkan diri sebagai bupati itu berarti tidak terpakai di tempat lain. Artinya kurang profesional. Jadi siapapun yang memilih para perantau berarti dia adalah pemilik wawasan sempit.
    Betul atau salah ?????

    Silakan komentari,
    salama’
    frs

    • yulius bara Says:

      Maaf pak frans yth org toraja perantau kembali mencalonkan diri tdk berarti di tempat lain gak terpakai tetapi menurut aku itu karena org perantau punya tanggung jawab moral terhadap daerahnya dan ingin membangun daerahnya bilah terpilih, menurut aku kita harus punya wawasan yg luas utk membangun daerah kita tercinta toraja utara dan yg paling penting adalah marilah kita menjaga kedamaian torut. Salam damai, kaltim

  2. luteq pong bila Says:

    pak frans ketemu lagi,
    kampanye untuk tidak memilih calon bupati dari perantau adalah juga usaha untuk menjegal berarti juga budaya rendah. (saya cuma mengikuti alur berpikir pak frans)
    Perantau tidak perantau, toraja utara membutuhkan figur bupati yang mumpuni dalam segala hal. mungkin kedengarannya klise tapi paling tidak mendekati. figur yang mumpuni atau hampir mumpuni yang dapat membawa toraja utara keluar dari stagnasi pembangunan dan telaah ulang terhadap budaya toraja yang kecenderungannya hanya menghambur2kan uang demi gengsi. siri’ ta tu toraya benar, tapi sayang untuk hal2 yang tidak positif. lako mintu’ sang torayaan di toraja utara pilih kandidat bupati yang memiliki track record yang baik, bersih dari KKN, memiliki visi dan misi untuk kesejahteraan bersama dan terutama yang beriman. siapapun dia. maaf pak frans kali ini kita tidak sependapat, tapi bagaimanapun juga kita tetap sahabat di dunia maya. kurre sumanga’


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: