Melihat kembali semangat para pejuang Toraja : HUT Toraja 2010


Apakah anda pernah mengendar nama Pappang, Frans Karangan, To Pada Tindo, Belo, dll  ?  Sepertinya nama2  ini memang tidak terkenal di jajaran orang Toraja apalagi anak muda yang lahir setelah tahun 1980-an.

Namun jika anda merasa bahwa anda adalah Orang Toraja, maka anda sebaiknya mengenal lebih jauh mengenai “pa’baraninna Toraya”.

Mengapa anda harus tahu ? Karena anda sebagai generasi muda toraja, suatu kali kelak sebagian dari kita akan menjadi pemimpin Toraja. Jangan sampai generasi mendatang masih mewarisi kepemimpinan Toraja yang ada sekarang ini. Kepemimpinan yang penuh dengan intrik, korupsi (lagi sedang dibuktikan di pengadilan), kolusi yang mengutamakan kekeluargaan, premanisme, dan arogansi.

Toraja merayakan ulang tahunnya di bulan ini (Agustus 2010). Jika anda memang merasa sebagai orang Toraja, maka anda sebaiknya memberikan hadiah untuk tondok kadadianta ini. Namun pertanyaanya, dalam bentuk apa ? Ada beberapa hal yang bisa anda lakukan, dan ini sama sekali tidak berat namun berarti buat Toraja :

1.  bangunlah terus kecintaan akan Toraja dengan belajar sedikit demi sedikit tentang sejarah Toraja. Anda mungkin sudah banyak belajar tentang invasi Napoleon dari Perancis, sepak terjang Hitler di Perang Dunia II, kemahsyuran Roman Empire, atau bagimana Soekarno menggugat Belanda ketika kita masih terjajah. Namun anda juga harus tahu perjalanan sejarah Toraja – bahwa ada banyak orang yang telah berkorban untuk Toraja tanpa mengharap apa-apa –  dengan demikian anda akan semakin cinta dengan tondok lepongan bulan tana matari’ allo.

2. jalinlah kerjasama dengan solata, sangmaneta, dan sangsiluluran ta dimanapun anda berada.

Selamat Ulang Tahun Tondok Toraya Mala’bi’

2 Responses to “Melihat kembali semangat para pejuang Toraja : HUT Toraja 2010”

  1. Daud Sandalayuk Says:

    Yang saya hormati , Sangmane Group
    Saran dan pertanyaannya Bagus untuk masa depan Toraja banyak yang lebih Tua dari saya tapi blm tentu banyak yang di Tahu ,maklum sejak kecil sdh didik dilingkungan orang Tua yg banyak mengetahui Tentang Perjuangan Tanah Toraja oleh karena itu Anak mudah sekarang harus lebih bisah mencari Tahu,maklum orang 2 tua dulu tidak banyak menulis tapi hanya dengan penyampaian lisan saja.syukurlah bahwa sekarang ini kita misa komunikasi lewat Internet saja sehingga apa yang saya dengar tentu tidak salah kalau kita tukar impormasih.
    Mungkin yang saya mau komentari adalah Kepeminpinan Masa Depan Toraja sebaiknya dibangun seperti memilih kepengurusan Kerukunan keluarga Toraja (KKT) yang tersebar diProv.Kab/Kota diseluruh Indonesia tidak saling merebut.KKT sebenarnya sudah dimulai “Topada Tindo” Untulak Buntunna Bone yg di Komandani PONG KALUA’
    ,kebersamaan mereka tidak diragukan lagi bahkan menghadapi lawan pun lebih banyak menggunakan taktik,salah satu contoh : setelah Pakilak menculik salah satu Bangsawan Toraja ke Bugis dengan maksud agar semua harta di Toraja termasuk sawah dibagi dua kalau tidak maka dia tidak mau kembalikan, Pongkalua’ menolak dan hanya mengunakan Taktik mengawini saudar Pakilak karena siapapun kesana pasti dibunuh dengan demikian Pong Kalua’ lbh mudah menjalankan siasatnya tanpa ada korban Pakilak dan Pong Kalua’ sepakat buat pesta smpai Mabok setelah mabok semua sandranya dibawah lari oleh orangnya Pong Kalua’ ke Toraja mereka masih memburuh dan pakilak jatuh dan luka memaki 2 Pongkalua’ ,akhirnya luka itu yang menyebabkan Pakilak meninggal karena infeksi. Sandra yg ditolong Tadi menawarkan emas,uang dan sawah yang besar Tapi ditolak ,Pong Kalua’ dia bilang
    saya punya itu semua bahkan sawah saya pun lebih besar dari sawamu hanya satu diminta yaitu : bila kau lewat daerahku Randanbatu maka engaku turun dari kudamu dan jalan kaki setelah lewat perbatasan baru naik kuda ulang berlaku untuk semua keturunanmu dan menghargai seluruh keturunanku.
    katanya kalau mau CPNS ditoraja harus bayar mis :Rp 30 juta apa betul ? ,Pemilihan bupati di Toraja menimbulkan kematian, Kerukunan sudah luntur sudah harus dibayar dengan nyawa dan uang.Begitu mahalkah ?

  2. frans bararuallo Says:

    Sangtorayaan yth,
    Cerita Pongkalua’ dan Pakilak yang diangkat oleh sdr. Daud Sandalayuk di atas bisa saja benar. Namun harus dibedakan antara Perang Untulak Buntunna Bone oleh To Padatindo dengan Perang Kopi.
    a. Perang Untulak Buntunna Bone berakhir 1690 segang Perang Kopi berakhir 1890. Ada sesuatu yang mustahil dari dua ukuran waktu ini Sdr. Daud Sandalayuk. Jika angkanya dikurangkan (1890 – 1690 = 200 tahun). Mungkin perlu lebih cermat dan lebih tanggap. Ingat tentang istilah “IPO” (bukan initial public offering tetapi racun dalam bahasa Toraja) dalam Perang Kopi.

    b. Tentang keemimpinan Toraja di masa datang, jangan bermimpi menjadi lebih baik jika kondisi sekarang tetap dipelihara rapi. Harus ada syarat kandungan daerah di dalamnya. Misalnya menguasai tatanan di dalam Lembaga Adat Toraja. Calon Bupati juga semua orang tidak kepakai di luar yang kembali mencalonkan diri. Bukan pilihan rakyat tetapi “parcel” dari luar. Hak penduduk setempat dikadali. Jadi tidak herang kalau situasinya mirip dengan “massiala duku’ (maaf agak kasar). Sungguh memalukan !!!!!!

    c. Tentang calon pegawai negeri sipil (CPNS) dengan ganjaran Rp 30 juta dan jumlahnya seabrak-abrak, sdr. Daud Sandalayuk tidak usa heran. Itulah produk pendidikan di Toraja yang kualitasnya jauh berada di bawah standar mutu. Mau ke mana ? Di luar pasti tidak laku, ya kembali ke daerah “mesumben” (maaf, bukan dimaksudkan babi).
    Awal 1980-an di Makassar pernah dikeluhkan tentang hal ini, tetapi kurang mendapat tanggapan dari pemerintah saerah dan dunia pendidikan Toraja. Inilah yang pernah dinyatakan Prof. Salusu, MA . Jadi sundunmo pandaka’na. Kasihan mereka.

    d. Test fisika baru-baru ini atas sejumlah murid SMA di sana hanya mampu meraioh angka tertinggi 2,8. Apa yang bisa diharapkan ???? Guru-guru mereka yang ikut hanya mampu meraih angka tertinggi 3.4. Waaaaaa ini cilaka. Masuk lagi calon bupati dengan IPK di bawah 3.0. Mereka bisa bikin apa ya ??????

    Walaupun begitu, kita semua prihatin dan hanya mampu berkotek. Kotekan kita pun pasti tidak diindahkan. Jalan terbaik adalah kalau ada keponakan di sana alangkah baiknya diangkut keluar untuk meniti jenjang pendidikan di luar atau jenjang karier di tempat yang pas dengan jamannya.
    Selamat berjuang,
    frans b


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: