Orang Toraja : Dulu, Kini, Dan Masa Depan


Orang Toraja – yang mendiami perbukitan di bagian tengah pulau Sulawesi – telah menjadi salah satu suku yang banyak dikenal di negara nya sendiri dan bahkan dunia International.

Awalnya mungkin dari adat istiadat dan budaya Toraja yang sangat unik, yang kemudian ditunjang oleh kondisi alam yang sangat indah – serta pembawaan orang Toraja yang sangat simpel dan mudah bergaul  dan sangat berjiwa sosial – telah menjadikan orang Toraja dan tondok Toraja banyak dikenal.

Namun …. itu dulu.

Mari kita lihat satu persatu – apakah competitive advantage (pinjam istilahnya Bapak Michael Porter) yang dimiliki oleh orang Toraja masih bisa dipertahankan dan dipelihara ?

 

1. Adat Istiadat dan Budaya Toraja

2. Kondisi Alam Tana Toraja — > dan juga tentunya Toraja Utara

3. Perilaku Orang Toraja

 

…. to be continued

2 Responses to “Orang Toraja : Dulu, Kini, Dan Masa Depan”

  1. You'st Pipinn Says:

    Minta tolong dong diterjemahkan kata di bwah ini karena saya belum bisa menemukan kamus bahasa TATOR..
    makan
    minum
    tidur
    berdiri
    duduk
    rumah
    telur
    perahu
    kursi
    ayam
    bawang
    panas
    besar
    rindu
    murah
    banyak
    mahal
    sedikit

  2. frans bararuallo Says:

    Konsep Michael Porter 1980 baru mulai dikenal banyak akademisi dan konsultan 1984. Konsep ini populer dengan nama “THE FIVE BIG MODEL” , yakni supplier (pemasok), industry (current revival), customer (pelanggan), new entrance (pendatang baru) dan barang subtistusi.
    Poin-1 di atas mungkin sulit dikatakan bisa terhapus karena dia kan berakulturasi dengan adat-istiadat masukan dari luar. Namun tergantung generasinya, termasuk pengaruh moderisasi
    Poin-2 di atas bisa ditingkatkan asal tidak menebang kayu semau gue dan tetap melakukan reboisasi spontan dari masyarakat. Kalau setiap orang toraja yang kembali ke toraja berusaha menanam satu pohon saja maka itu berarti 10 tahun yad Torut menjadi andalan sumber air bagi dataran rendah sekitarnya.
    Poin-3 di atas cukup menantang karena sifat khas dan tabiat orang toraja yang kurang menunjang. Mis. mulai dari Alang-Alang sampai ke kota Rpao dan sekitarnya bertaburan Cafe yang justru berpotensi merusak masa depan anak muda orang toraja.

    Usul sy : seharus konsep Michael Porter ini dikawinkan dengan Igor Ansoff Matrix untuk meramalkan treat, weakness, opportunity, and strength ketiga hal di atas. Lartinya : Lakukan analisis internal dan eksternal sebelum menetapkan prediksi anda. Tidak berbudaya, apalagi beradat, jika langsung mengatakan sesuatu tanpa dukungan alasan yang representatif.

    Terima kasih : wassalam


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: